Sabtu, 23 November 2013

ketika puing hati yang masih tersisa perlahan lahan retak

tak seindah yang duluu, kini., biarkan aku dan perasaanku pergi sendiri tanpa arah dan tanpa batas, ada banyak rasa yang berkecamuk disini,  dan tidak bisa untuk aku teriakkan, perlahan lahan namun pasti akankah kembali atau melanjutkan perjalanannya. seperti angin yang berhembus mematahkan dan menjatuhkan helaian daun bersama dengan puing puing hati yang masih tersisa.
sejauh ini cara kita mungkin salah ataukah terlalu cepat untuk menyimpulkan yang tak pasti dan tak tau akan bagaimana dan seperti apa kedepannya.
aku menyadari satu hal ada banyak orang yang care, selama ini mataku tertutup, ditutupi akan kebutaan yang membawaku pada kegelapanku sendiri tanpa cinta, tanpa kasih dan tanpa rasa.kini kita menyadari namun semua berubah begitu cepat. dan sulit untuk dikendalikan lagi, bagai kuda liar yang tak mampu untuk ditaklukkan lagi oleh pemiliknya. janjimuu, janjimu untuk berubahh janjimu untuk jadi jauh lebih baik, sirna dimataku ketika lagi dan lagi kecewa engkau berikan, sejauh mana dan sampai mana batas lelahmu untuk memberikan kekecewaan, sedangkan akupun sudah lelah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar